Kebijakan Editorial

Fokus dan Ruang Lingkup

JHLI adalah sebuah inisiatif dari Indonesian Center for Environmental Law (ICEL) yang digunakan sebagai wadah akademik perdebatan hukum dan kebijakan lingkungan hidup.

Dimana jurnal ini fokus pada :

  1. Pencemaran air, udara, tanah, dan bahan beracun berbahaya (B3)
  2. Pengelolaan sampah
  3. Perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati
  4. Tata kelola hutan dan lahan
  5. Perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam laut
  6. Kesehatan lingkungan dan hak asasi manusia
  7. Keadilan lingkungan
  8. Tata ruang dan lingkungan hidup
  9. Perubahan Iklim
  10. Perikanan, dan
  11. Keterbukaan informasi

 

Kebijakan Bagian

Artikel

Centang Naskah Terbuka Centang Diindeks Centang Telah di-Peer review

Ulasan

Centang Naskah Terbuka Tidak Dicentang Diindeks Tidak Dicentang Telah di-Peer review
 

Proses Peer Review

  • Reviewer menerima naskah double blind review dari editor bagian atau sekretariat redaksi. Apabila tidak sesuai kompetensinya, reviewer berhak menolak naskah dan merekomendasikannya ke reviewer lain yang lebih kompeten.
  • Satu artikel minimal direview oleh satu reviewer.
  • Reviewer menelaah naskah dari aspek kualitas dan substansi penulisan (bukan tata bahasa naskah), yang mencakup keterbaruan, keaslian, kemanfaatan, serta kevalidan kutipan dan daftar pustaka.

 

Frekuensi Penerbitan

Jurnal hukum lingkungan indonesia terbit 2 kali dalam 1 tahun.

setiap terbitan berjumlah minimal 5 judul artikel.

 

 

Pengarsipan

Penyimpanan dan distribusi jurnal ini menggunakan lisensi dari jaringan LOCKSS

 

 

Plagiarism Check

Naskah yang diserahkan oleh penulis, telah lolos screening plagiasi dengan bantuan software seperti:

 

 

Etika Publikasi

Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia (JHLI) adalah jurnal peer-review yang berkomitmen untuk menjunjung tinggi standar etika publikasi. Untuk menyediakan jurnal berkualitas tinggi kepada pembaca, kami menyatakan prinsip-prinsip Pernyataan Etika Publikasi dan Malpraktek berikut. Semua artikel yang tidak sesuai dengan standar ini akan dihapus dari publikasi kapan saja bahkan setelah publikasi. Sesuai dengan kode etik kami akan melaporkan setiap kasus dugaan penjiplakan atau duplikasi penerbitan kepada pihak berwenang terkait. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia (JHLI) berhak menggunakan perangkat lunak pendeteksi plagiarisme untuk menyaring makalah yang dikirimkan setiap saat.

 

Penulis:

 

  1. Penulis harus memastikan bahwa mereka telah menulis karya asli.
  2. Penulis harus memastikan bahwa naskah belum diterbitkan di tempat lain.
  3. Penulis bertanggung jawab atas pengeditan bahasa sebelum mengirimkan artikel.
  4. Penulis bertanggung jawab atas keaslian naskah ( bebas dari plagiarism) baik sebagian ataupun seluruhnya.
  5. Penulis harus memberi tahu Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia (JHLI ) tentang segala konflik kepentingan.
  6. Penulis harus melaporkan kesalahan yang mereka temukan dalam naskah mereka ke Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia (JHLI).
  7. Penulis setuju dengan perjanjian lisensi sebelum mengirimkan artikel.
  8. Semua artikel harus diserahkan menggunakan prosedur pengiriman online.

 
Dewan Redaksi:

 

  1. Dewan Redaksi harus memastikan peer-review yang adil dari artikel yang dikirimkan untuk publikasi.
  2. Dewan Redaksi harus mengungkapkan konflik kepentingan.
  3. Dewan Redaksi harus memastikan bahwa semua informasi yang terkait dengan naskah yang dikirimkan dirahasiakan sebelum diterbitkan.
  4. Dewan Redaksi harus mengevaluasi naskah hanya untuk konten intelektual mereka.
  5. Pemimpin Redaksi akan mengoordinasikan pekerjaan para editor.

 

Peninjau:

 

  1. Peninjau mengevaluasi naskah berdasarkan konten tanpa memperhatikan asal etnis, jenis kelamin, orientasi seksual, kewarganegaraan, kepercayaan agama atau filsafat politik dari penulis.
  2. Peninjau harus memastikan bahwa semua informasi yang terkait dengan naskah yang dikirimkan dijaga kerahasiaannya dan harus melapor kepada Pemimpin Redaksi jika mereka mengetahui pelanggaran hak cipta dan plagiarisme di pihak penulis.
  3. Peninjau harus mengevaluasi karya yang dikirim secara objektif serta menyajikan dengan jelas pendapat mereka tentang karya dengan cara yang jelas dalam formulir peninjauan.
  4. Peninjau harus merahasiakan informasi yang berkaitan dengan naskah.
  5. Peninjau yang merasa tidak berkompeten untuk meninjau naskah atau tidak mampu memenuhi batas waktu peninjauan harus memberitahu Pemimpin Redaksi