JAMINAN AKSES INFORMASI DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (REKOMENDASI PENGUATAN HAK AKSES INFORMASI LINGKUNGAN)

Henri Subagiyo

Sari


Abstrak
Demokrasi deliberatif dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup mensyaratkan adanya partisipasi masyarakat dalam menjawab kompleksitas lingkungan dan post-normal science. Untuk mencapai partisipasi yang ideal, akses masyarakat terhadap informasi lingkungan harus terpenuhi. Namun berbagai pembelajaran dari praktek menunjukkan bahwa implementasi akses informasi lingkungan yang telah ada saat ini masih jauh dari ideal. Tulisan ini mencoba menelaah secara normatif kekurangan-kekurangan yang ada dari kerangka hukum akses informasi lingkungan yang telah ada sekarang, baik dari sudut pandang hukum lingkungan maupun keterbukaan informasi. Lebih jauh, tulisan ini menyajikan pula beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk memperbaiki norma akses informasi lingkungan agar dapat lebih memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam pembuatan hukum ke depannya.

 

Abstract

Deliberative democracy in environmental management and protection requires public participation in answering the environmental complexity and post-normal science. To achieve ideal participation, community access to environmental information shall be fulfilled. However, some lesson from the practice show that the current implementation of access to environmental information is still far from ideal. This Article tries to study normatively the weaknesses in the existing legal framework of environmental information access, either from the perspective of environmental law and information openness. Moreover, this Article also serve some alternatives that can be done to improve the access to environmental information norms so it can further facilitate community participation in the lawmaking ahead.


Kata Kunci


akses informasi; informasi lingkungan; Prinsip 10 Rio; demokrasi deliberatif; access to information; environmental information; Principle 10 Rio; deliberative democracy

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Annan, Kofi. 2000. We the People: the Role of the UN in the 21st Century. http://iefworld.org/UNSGmill.htm

Achmad Santosa, Mas. 2001. Hukum Lingkungan dan Good Governance. Jakarta: Indonesian Center for Environmental Law.

Beder, Sharon. 2006. Environmental Principles and Policies. London: Earthscan.

Blowers, Andrew. 1997. “Environmental Policy: Ecological Modernisation or the Risk Society?” Urban Studies, Vol. 34, 1997.

Boer, Ben. 1995. “Institutionalizing Ecologically Sustainable Development: the Role of National State, and Local Governments in Translating Grand Strategy into Action,” Willamette Law Review, Vol. 31 Issue 31, 1995.

Briggs, D., C.C. Park, et.al. (Ed.). 1986. Environmental Problems and Policies in the European Community, In Environmental Policies: an International Review.

C. Wallen, C. History of "Earthwatch". http://www.unep.ch/ earthw/History.htm

Carrand, W. dan A. Hartnett. 1996. Education and the Struggle for Democracy: The Politics of Educational Ideas. Buckingham: Open University Press.

Carter, Neil. 2007. The Politics of the Environment: Ideas, Activism, Policy, 2nd Edition. Cambridge: Cambridge University Press.

Cheema, G. Shabbir. 2000. “Good Governance: A Path to Poverty Eradication”, The Human Development Magazine, No. 1, Maret 2000.

Cotgrove, Stephen. 1975. “Technology, Rationality and Domination,” Social Studies of Science, Vol. 5 Issue (1), Februari 1975.

Dahl, R. 2000. “A Democratic Paradox,” Political Science Quarterly. Vol. 115, No. 1. 38, 2000.

Ecologically Sustainable Development Steering Committee of Australia. 1992. National Strategy for Ecologically Sustainable Development. Canberra: Council of Australia Government.

Farrelly, Colin. 2004. Deliberative Democracy. An Introduction to Contemporary Political Theory. London: Sage Publications.

Fischer, Frank (1). 2000. Citizen, Experts, and the Environment : the Politics of Local Knowledge. London: Duke University Press.

___________ (2). 2000. Science and Politics in Environmental Regulation: The Politicization of Expertise. London: Duke Univeristy Press.

Functowicz, Silvio dan Jerome Ravetz. Post Normal Science: Environmental Policy under Conditions of Complexity. http://www.nusap.net/sections.php?op=viewarticle&artid=13

Functowicz, Silvio, et.al. 1999. Information Tools for Environmental Policy Under conditions of Complexity. Copenhagen: European Environment Agency.

Gutman, A. dan D. Thompson. 1990. “Moral Conflict and Political Consensus. Ethics: An International Perspective”, Journal of Social, Political and Legal Philosophy, Vol. 101 Issue (1), 1990.

Harding, R. dan E. Fisher. 1999. “Ignorance, Sustainability And The Precautionary Principle: Towards An Analytical Framework,” Perspectives on the Precautionary Principle. Sydney: The Federation Press, 1999.

Indonesia (1). Keputusan Kepala Bapedal No. 08 Tahun 2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

___________ (2). Keputusan Kepala Bapedal No. Kep-107/Bapedal/11/1997tentang Pedoman Teknis Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi Indeks Standar Pencemar Udara.

___________ (3). Peraturan Komisi Informasi No. 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik, BN Tahun 2010.

___________ (4). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 09 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengaduan Akibat Dugaan Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup.

___________ (5). Indonesia. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 6 Tahun 2011 tentang Pelayanan Informasi Publik di Kementerian Lingkungan Hidup.

___________ (6). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

___________ (7). Peraturan Pemerintah tentang Izin Lingkungan. PP No. 27 Tahun 2012, TLN No. 5285.

___________ (8). Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, PP No. 82 Tahun 2001, TLN No. 4161.

___________ (9). Peraturan Pemerintah tentang Pengendalian Pencemaran Udara. PP Nomor 41 Tahun 1999. LN No. 86 Tahun 1999, TLN No. 3853.

___________ (10). Perubahan ke-IV Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945.

___________ (11). Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik. UU Nomor 14 Tahun 2008, LN No. 61 Tahun 2008, TLN No. 4846.

___________ (12). Undang-Undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.UU No. 23 Tahun 1997, LN No. 68 Tahun 1997, TLN No. 3699.

___________ (13). Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU No. 32 Tahun 2009, LN No. 140 Tahun 2009, TLN No. 5059.

Indonesian Center for Environmental Law dan World Resources Institute. 2012. Temuan Sementara: Strengthening the Right to Information to Improve Public Health and Wellbeing (SHRIMP). Oktober 2012. Jakarta: ICEL.

Indonesian Center for Environmental Law. 2011. Catatan Akhir Tahun 2011. Jakarta: ICEL, 28 Desember 2011.

Indrati, Maria Farida. 1998. Ilmu Perundang-undangan: Dasar-Dasar dan Pembentukannya. Jakarta: Kanisius.

International Union for Conservation of Nature (IUCN). 1991. Caring for the Earth: A Strategy for Sustainable Living. Gland: IUCN.

Kementerian Lingkungan Hidup, Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan. 2004. Laporan Hasil Pemantauan Kualitas Lingkungan di Derah Pertambangan PT. NMR. Jakarta: Pusarpedal KLH.

Kementerian Lingkungan Hidup (1). 2000. Notulensi Hasil Pertemuan Bapedal, Departemen Pertambangan dan Energi, dan Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan, tanggal 11 April 2000.

___________ (2). 2002. Data Arsip yang Berkaitan Dengan PT. Newmont Minahasa Raya: 1994 – 2002.

___________ (3). 2004. Laporan Penelitian: Penanganan Dugaan Kasus Pencemaran dan/atau Perusakan Lingkungan Hidup di Desa Buyat Pantai dan Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Klinke, Andreas. 2011. Deliberative Democratization Across Borders: Participation And Deliberation In Regional Environmental Governance. Amsterdam: Elsevier, Ltd.

Leiss, William. 1975. “Ideology and Science,” Social Studies of Science, Vol. 5 Issue (2), May 1975.

Lofgren, Karl-Gustaf, Torsten Persson, dan Jorgen W. Wibull. 2002. “Market with Asymmetric Information: The Contribution of George Akerlof, Michael Spence and Joseph Stiglittz,” The Scandinavian Journal of Economics, Vol. 104 No. 2, Juni 2002.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2008. Naskah Komprehensif Perubahan UUD 1945. Jakarta: MKRI.

McCormick, J. 1995. The Global Environment Movement. Chichester: John Wiley & Sons.

McGrath, Patricia. 1998. Discharge Permitting and Environmental Assessment Issues Associated with Submarine Tailing Disposal for the Alaska-Juneau Mine Project. Washington D.C.: USEPA.

Murharjanti, Prayekti, et.al. Menutup Akses Menuai Bencana (Potret Pemenuhan Akses Informasi, Partisipasi, dan Keadilan dalam Pengelolaaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam di Indonesia), Cet. I, (Jakarta: ICEL, 2008).

Ogus, Anthony I. 2004. Regulation: Legal Form and Economic Theory. Oxford: Hart Publishing.

Petkova, Elena. et. al. 2002. Closing the Gap: Information, Participation, and Justice in Decision Making for the Environment. http://pdf.wri.org/closing_the_gap.pdf

Sani, Moh. Azizuddin dan Abubakar Eby Hara. 2002. Deliberative Democracy in Malaysia and Indonesia: A Comparison. Sintok: University Utara Malaysia.

Stirling, Andy dan David Gee. 2002. Science, Precoaution, and Practice, Public Health Report, Vol. 117, Nov – Des 2002.

Subagiyo, Henri, et.al. (1). 2009. Anotasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Jakarta: ICEL.

___________ (2). 2010. Modul Pelatihan 3 Akses. Jakarta: ICEL.

Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP). 2011. Laporan Tim Open Government Indonesia, diluncurkan pada Agustus 2011. Jakarta: UKP4.

United Nations Development Programme (UNDP). 2000. Human Development Report 1999.

http://hdr.undp.org/en/media/HDR_1999_EN.pdf

United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). What is Good Governance? http://www.unescap.org/huset/gg/governance.htm

United Nations Economic Comission for Europe (UNECE). What is Aarhus Convention? http://ec.europa.eu/environment/aarhus/

Wibisana, Andri G. 2011. “Konstitusi Hijau Perancis: Komentar atas Asas Kehati-hatian dalam Piagam Lingkungan Perancis 2004,” Jurnal Konstitusi, Vol. 8 Issue (3), Juni 2011.

World Bank. 1992. Governance and Development. Washington D.C.: World Bank.

Young, Iris Marion. 2000. Inclusion and Democracy. Oxford: Oxford University Press.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia indexed by:

 

Our mailing address is:

ICEL - Indonesian Center for Environmental Law

Jl. Dempo II No. 21, Kebayoran Baru Jakarta Selatan,Indonesia 12120

Indonesia 12120