HAK BIOKULTURAL MASYARAKAT DALAM KEBIJAKAN KONSERVASI SUMBER DAYA HAYATI

Rika Fajrini

Sari


Abstrak
Tulisan ini akan membahas mengenai perkembangan hak biokultural dalam hukum internasional dan bagaimana kebijakan dan hukum konservasi Indonesia mengakomodasi hak biokultural masyarakat. Dari penelitian ini ditemukan bahwa hak biokultural masyarakat adat dan masyarakat lokal sudah mendapatkan pengakuan di beberapa instrumen hukum lingkungan internasional. Peraturan konservasi Indonesia pun telah mengakui hak biokultural masyarakat yang biasa diasosiasikan dengan kearifan lokal dan hak ulayat. Namun sejauh mana pengakuan ini diwujudkan dalam tindakan dan mekanisme konkrit di lapangan masih memerlukan perbaikan. Kebijakan konservasi saat ini pun lebih menempatkan negara sebagai aktor utama konservasi, hal ini membuat konservasi yang berbasis pengampuan masyarakat menjadi terabaikan.

 

Abstract
This paper will discuss about the development of biocultural right in international environmental law and how Indonesia policy and law on conservation accomodates communities biocultural right. This research found that biocultural right have been recognized in several international law instrument and jurisprudence. Meanwhile, Indonesia law and policy on conservation also have acknowledge biocultural right which is usually associated with the term of local wisdom and customary right, However, improvement is still needed in term of translating this regulation into concrete action and system of conservation management. The current policy conservation centered around state as the main actor, this situation make the conservation based on community’s stewardship is neglected.




Kata Kunci


hak biokultural; konservasi; masyarakat lokal; biocultural rights; conservation; local community

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Indonesia. Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hati dan ekosistemnya.

Indonesia. Undang-Undang No. 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan Konvensi Keanekaragaman Hayati.

Indonesia. Undang-Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Indonesia. Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Indonesia. Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Indonesia. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Indonesia. Undang-Undang No. 11 Tahun 2013 tentang Pengesahan Protokol Nagoya.

Indonesia. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012

Indonesia. Peraturan Menteri Kehutanan No. P.19 Tahun 2004 Tentang Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Indonesia. Peraturan Menteri Kehutanan No. P.56 Tahun 2006 tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional.

Anonim. Farmers’ Rights in the International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture artikel dapat diunduh di http://www.farmersrights.org/ about/fr_in_itpgrfa.html

Anshari, Gusti Z. 2006. Dapatkah Pengelolaan Kolaboratif Menyelamatkan Taman Nasional Danau Sentarum.Bogor : CIFOR

Arobaya, Augustina dan Freddy pattiselanno. 2013. Indigenous People and Nature Conservation. Jakarta: Jakarta Post.

Bavikatte, Kabair Sanjay dan Tom Bennet. 2015. “Community Stewardship : The Foundation of Biocultural Rights dalam Journal of Human rights and the Environment (JHRE) Vol 6, issue 1.

Bavikatte, Kabir Sanjay.2014. Stewarding the Earth: Rethinking Property and the Emergence of Biocultural Rights. Delhi: Oxford University Press.

Bavikatte, Sanjay Kabir. 2011. “Environmental Law as Political Ecology : The Roots of Biocultural Rights” . Makalah dipresentasikan dalam Sustaining Commons: Sustaining Our Future, the Thirteenth Biennial Conference of the International Association for the Study of the Commons.

Chandra, Wahyu. 2015. Belajar Konservasi Dari Masyarakat Adat Se-Asia. Seperti Apa Itu?. Artikel diunduh dari http://www.mongabay.co.id/2015/08/25/belajarkonservasi-dari-masyarakat-adat-se-asia-seperti-apa-itu/

Chen,C. Gilmore, M. 2015. “Biocultural rights: A New Paradigm for Protecting Natural and Cultural Resources of Indigenous Communities” dalam The International Indigenous Policy Journal, Vol 6 Issue 3. Artikel dapat diunduh di http://ir.lib.uwo.ca/cgi/viewcontent.cgi article=1205&context=iipj

Gavin, Micheal C. Dkk.2015. “Defining Biocultural Approaches to Conservation dalam Trends in Ecology & Evolution Journal Vol 30 No.3

Hardin, Garret Hardin.1968. “The Tragedy of The Commons” dalam jurnal Science New Series Vol 162. American Association for the Advancement of Science.

Jaszi, Peter. 2010 “Traditional Culture: A Step Forward for Protection in Indonesia”, Washington College of Law Research Paper No. 2010-16, American University Washington College of Law.

Maffi, Luisa. 2008. “Biocultural Diversity and Sustainability”. Dalam The Sage Handbook of Environment and Society. Sage Publication Ltd.

Maiero, Marina dan Xiomeng Shen. 2004. “Commonalities Between Cultural and Biodiversity.

Manullang, Sastrawa. 1999. Kesepakatan Konservasi Masyarakat Dalam pengelolaan Kawasan Konservasi. Jakarta: EPIQ Program’s Protected Area Management Office.

Nababan,Abdon. 2002. Pengelolaan Sumber daya Alam Berbasis Masyarakat Adat, Tantangan Dan Peluang Kearifan Tradisional : Awal bagi Pengabdian Pada Keberlajutan Kehidupan, makalah disajikan dalam “Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah” Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB.

Ostrom,Elinor. 1990. Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. New York: Cambridge University Press

Pretty, Jules dkk. 2009. “the Intersections pf Biological Diversity and Cultural Diversity : Toward Integration” dalam Conservation and Society Journal.

Pretty, Jules. 2009. “The Intersections of Biological Diversity and Cultural Diversity: Towards Integration”. Dalam Conservation and Society. Diunduh dari

Purwanto, Semiarto Aji. 2005. ”Taman Nasional, Hak-hak Masyarakat Setempat dan pembangunan regional” dalam Jurnal Antropologi Indonesia Vol 29, No.3

Santosa, Andri dkk. 2008. Konservasi Indonesia, Sebuah Potret Pengelolaan dan Kebijakan. Bogor : Pokja Kebijakan Konservasi.

Supriatna, Jatna. Peran Kearifan Lokal dan Ilmu-Ilmu Kepribumian Dalam Pelestarian alam. Depok: Research Center of Climate Change UI.

UNEP dan UNESCO. 2003. Cultural Diversity and Biodiversity for Sustainable Development. Nairobi: UNEP &UNESCO.

UNESCO. 2008. Links Between Biological and Cultural Diversity. Paris: Impremerie Watelet-Arbelot.

Utama, I Made S dan Nanniek Kohdrata. 2011. Modul Pembelajaran Konservasi Hayati Dengan Kearifan Lokal. Denpasar : Universitas Udaya dan USAID-Texas A&M University.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia indexed by:

 

Our mailing address is:

ICEL - Indonesian Center for Environmental Law

Jl. Dempo II No. 21, Kebayoran Baru Jakarta Selatan,Indonesia 12120

Indonesia 12120